Sejarah Institut Peradaban

Profil
Institut Peradaban

Sejarah Institut Peradaban
Institut Peradaban (IP) terbentuk melewati rangkaian diskusi informal sejak satu tahun silam. Diskusi diskusi itu membicarakan tentang persoalan yang dihadapi Indonesia. Rentetan diskusi tersebut mengantar kami mendekati kesimpulan bahwa pertarungan besar dalam sejarah antar bangsa terutama terjadi sebagai akibat dari perbedaan antara peradaban tinggi dan peradaban rendah.
Sejarah mengajarkan bahwa dalam setiap pertarungan, bangsa dengan peradaban yang lebih tinggi selalu memenangkan pertarungan tersebut. Keberhasilan kolonialisme Belanda menguasai bumi Nusantara untuk waktu lama, misalnya, banyak sekali pertaliannya dengan perbedaan tingkat peradaban kedua belah pihak.
Dalam hubungan ini Kemerdekaan Indonesia yang dideklarasikan pada 17 Agustus 1945 haruslah ditafsirkan sebagai hanya “jembatan emas” perjalanan bangsa Indonesia menuju peradaban yang lebih tinggi.
Sebagaimana Roma tidak dibangun dalam satu malam, Indonesia yang pluralistik dalam segala segi juga memerlukan waktu, dana, daya, dan kesabaran untuk mengelola dan menyempurnakannya. Berbagai percobaan dalam bernegara (Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, dan Demokrasi Pancasila) adalah contoh dari usaha tersebut. Usaha dan percobaan tersebut sampai kini masih belum berhasil mendekatkan kita pada cita-cita dan janji kemerdekaan. Reformasi pasca-Orde Baru juga sebaiknya dipandang sebagai sebuah percobaan mutakhir dalam perjalanan bangsa ke arah peradaban yang lebih tinggi.
Adalah dari rangkaian diskusi selama setahun munculnya gagasan pembentukan Institut Peradaban (IP). Lembaga baru ini lahir dari niat menjadikannya sebuah lembaga yang turut berperan dalam perjalanan bangsa ke arah peradaban yang lebih tinggi. Niat tersebut tercermin pada motto “Mencerahkan dan mencerdaskan”.
Pada tanggal 18 Juli 2012 secara resmi IP berdiri. mohon doa restu Anda semua bagi kelancaran usaha kami. Semoga Allah, Tuhan yang Maha Kuasa, meridhoi niat baik kami sembari senantiasa menunjukkan jalan yang benar serta perlindungan dari segala kekeliruan dan ancaman.

Program Institut Peradaban
Institut Peradaban melakukan kerjasama secara nasional dan Internasional dengan berbagai pihak yang kompeten dan memiliki komitmen untuk membangun Indonesia lebih baik. Beberapa programnya diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Penelitian
    Institut Peradaban melakukan berbagai kegiatan untuk mendapatkan white paper policy bagi perubahan untuk Indonesia. Penelitian ini dilakukan baik secara internal, atau bekerjasama dengan lembaga lain. Penelitian dapat dilakukan dalam bentuk penelitian langsung (lapangan) atau kepustakaan.
    Beberapa tema penelitian yang dikembangan antara lain: penegakan supremasi hukum, keadilan, demokratisasi, ekonomi, agama, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.
    Terkait dengan penelitian juga, Institut Peradaban mengadakan seminar, lokakarya, workshop, diskusi dan pelatihan. Hal ini berguna untuk memberikan perspektif baru dan diharapkan bersifat aplikatif, bekerjasama dengan lembaga dalam atau luar negeri dengan mengundang para pakar di bidangnya masing-masing. Kegiatan penelitian serta pertemuan ilmiah itu dapat dilakukan dengan skala nasional atau internasional.
  2. Publikasi dan Penerbitan
    Institut Peradaban menerbitkan jurnal yang memuat hasil Kajian dan Riset dengan nama “Jurnal Peradaban” yang ditujukan untuk pemerintah, akademisi dan masyarakat luas. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam kajian-kajian keindonesiaan, dan sebagai wadah bertukar pikiran antar pembacanya. Jurnal berisi tentang Indonesia dilihat dari berbagai aspek, disertai dengan solusi bagi pembangunan kembali Indonesia.
    Selain itu, Institut Peradaban juga menerbitkan buku-buku yang terkait dengan Indonesia baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Buku ini diharapkan menjadi rujukan dengan data-data yang terkini dan aplikatif bagi pembangunan.
    Termasuk dalam hal ini adalah pengelolaan virtual office (www.institutperadaban.org), dan jejaring sosial di dunia maya. Hal ini berguna untuk sosialisasi kegiatan-kegiatan Institut Peradaban, baik berita (news), atau citizen journalism, atau analisis dan pandangan terhadap berbagai masalah yang terkait dengan peradaban.
  3. Konsultasi dan Advokasi
    Institut Peradaban juga menyediakan layanan konsultasi dan advokasi. Tema konsultasi beragam bentuknya terkait dengan masalah ekonomi, politik, hukum, agama, serta sosial dan budaya. Konsultasi akan ditangani oleh para pakar yang telah dikenal, dan bersifat aplikatif.
    Pelayanan advokasi juga memberikan kesadaran kepada klien untuk mengetahui hak-haknya. Pelayanan ini ditangani langsung oleh para pakar yang telah mumpuni di bidang advokasi.